Senin, 23 Desember 2013

Manfaat Media Sosial Untuk Pengajaran

Manfaat Media Sosial Untuk Pengajaran
2010 | Wicaksono | Blog
PEKAN lalu saya diundang untuk memberikan ceramah mengenai media sosial di depan para guru anggota Ikatan Guru Indonesia di Balikpapan, Kalimantan Timur. Dari acara itu, saya mendapat banyak pengetahuan berharga dan insight langsung dari para guru.

 Beberapa insight menarik itu saya dapat dari pertanyaan yang mereka ajukan.
Seorang guru perempuan, misalnya, bertanya apa manfaat media sosial bagi pendidikan? Bagaimana pula cara memanfaatkannya. “Kami ingin contoh yang nyata dan bisa diterapkan, Pak,” kata ibu guru itu.
Pertanyaan ini tak saja sangat mendasar, tapi juga menunjukkan betapa jauh perbedaan pengetahuan antara guru-guru di Jawa dan luar Jawa. Ibu guru itu seperti mengingatkan saya tentang belum meratanya penetrasi Internet di Indonesia.
Dibandingkan dengan rekan-rekannya di Jawa, guru-guru di Balikpapan tampaknya belum banyak yang mengenal media sosial. Kalaupun ada yang mengenal, baru sebatas blog dan Facebook.
Pada pertemuan yang hangat siang itu, saya pun berbagi pengetahuan dari A sampai Z tentang media sosial. Dimulai dari apa itu media sosial, jenis-jenisnya, persamaan dan perbedaannya, juga sejarah perkembangannya.
Saya jelaskan pula apa itu blog serta Facebook dan Twitter, yang jumlah penggunanya terus melejit di Indonesia. Sampai kemudian saya beberkan contoh-contoh manfaat dari masing-masing media sosial.
Media sosial pada dasarnya adalah sebuah media daring (online) di mana para penggunanya bisa dengan mudah berpartisipasi, berbagi, dan memproduksi isi. Jenis media sosial antara lain blog, jejaring sosial, wiki, dan forum. Blog, mikroblog semacam Twitter, jejaring sosial seperti Facebook, dan wiki merupakan bentuk media sosial yang paling umum digunakan oleh pengguna masyarakat di seluruh dunia.
Banyak contoh yang bisa dilakukan oleh para guru untuk memanfaatkan media sosial. Misalnya, mengunggah materi ajar dalam bentuk video ke blog pribadinya atau situs-situs web penampung video semacam YouTube. Seorang guru fisika, umpamanya, bisa saja menjelaskan tentang hukum gravitasi dalam bentuk infografik atau video.
Dengan cara semacam itu, bukan hanya murid sekolahnya yang bisa memanfaatkan, tapi juga anak-anak sekolah lain. Bagi siswa yang belum sempat membuka hari ini, materi pelajaran tersebut dapat dilihat besok, kelak, atau sesempatnya. Anak-anak yang belum memahami secara jelas bisa menanyakan langsung melalui kolom komentar di bawah tulisan. Lalu guru menjawab di bawahnya. Terjadi diskusi terbuka.
Seorang guru bahasa Inggris, misalnya, bisa membuka ruang konsultasi bahasa di blognya. Para siswa dapat mengajukan pertanyaan di blog tersebut atau mengirim pertanyaan melalui Twitter. Tanya-jawab, misalnya tentang ejaan dan tata bahasa dalam pelajaran bahasa Inggris, tentu bermanfaat bagi para siswa di mana pun mereka berada. Selama bisa mengakses Internet, siapa pun dapat ikut nimbrung dalam percakapan itu.
Guru-guru bahkan dapat mengajak murid-muridnya memakai Twitter untuk berdiskusi. Seorang murid yang baru saja jalan-jalan di kebun raya dan menemukan sebatang pohon yang belum dikenal namanya bisa saja memotret pohon itu. Fotonya lalu dikirim via Twitter kepada gurunya di rumah untuk dilihat.
Sang guru kemudian akan membuka Twitter, melihat foto itu, dan membalas pesan berisi penjelasan tentang nama pohon itu. Dengan demikian, proses belajar dan mengajar terus berjalan, bahkan diperluas ke luar kelas.
Guru-guru perlu menggeluti media sosial karena murid-murid di zaman sekarang sudah banyak yang menggunakannya. Mereka telah terbiasa memakai media baru, seperti blog, Facebook, dan Twitter. Dengan menggunakan media yang sama, sesuatu yang sudah diakrabi oleh anak didik, proses belajar-mengajar tentu akan menjadi lebih santai dan akrab. Anak-anak merasa lebih bebas bertanya maupun berdiskusi.
Mengapa Anda, para guru, tak memulainya dari sekarang?
guru, kelas, Media, Pendidikan, pengajaran, sosial
http://blog.tempointeraktif.com/blog/manfaat-media-sosial-untuk-pengajaran/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar